Moke, Minuman Tradisional dan Simbol Adat di Sikka Flores
Minuman Lokal

Moke, Minuman Tradisional dan Simbol Adat di Sikka Flores

Ketika mendengar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pasti yang kita bayangkan adalah pemandangan yang indah. Seperti di pulau Flores, dimana tempatnya memiliki pesona alam yang indah, masyarakat yang ramah, budaya dan tradisi yang unik, serta menjadi tempat yang menghasilkan bahan seperti cengkih, vanila dan kopi.

Masyarakatnya memiliki keahlian khusus yaitu membuat minuman tradisional yang di sebut moke, dan ini biasa banyak dijumpai di kabupaten Sikka. Moke sendiri merupakan minuman tradisional yang terbuat dari iris buah pohon lontar, dan ini sudah menjadi warisan nenek moyang.

Moke sendiri dianggap sebagai simbol adat serta persaudaraan kehidupan sosial. Minuman ini memiliki kadar alkohol yang tinggi, biayanya dipakai sebagai sarana mempersatukan masyarakat disana.

Salah satu orang memiliki kesempatan mengunjungi seorang perajin moke di desa Watu Gong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Dia menempuh waktu sekitar 15 menit dari kota Maumere ke desa tersebut. Dia mengunjungi rumah seorang perajin yang sudah memiliki label dan terkenal di kota Maumere.

Kehadirannya disambut dengan baik, dan langsung menuju tempat penyulingan moke dan memperlihatkan proses pembuatan yang sederhana.

Setelah itu dia meletakkan 3 botol moke yang sudah jadi, dia mengatakan kalau dirinya sudah menjadi penyuling moke sudah dari tahun 2017.

Dia membeli moke yang sudah disuling petani untuk di suling kembali dengan destilator. Setelah disuling kembali, rasa serta aromanya sudah mengalami sedikit perbedaan. Yang mana rasa serta aroma yang sudah disuling ulang terasa lembut, serta tidak menusuk hidung dan tenggorokan.

Penyulinganpun mengurangi kadar alkohol yang terkandung di dalamnya dari 30 sampai 36 persen. Dengan alat pengukur alkohol, mereka memastikan kadarnya dikurangi dan itu juga menjadi salah satu alasan mereka menyuling ulang.

Ia biasa menjual moke yang sudah disuling ulang seharga 60.000 rupiah per botol. Dan untuk 1 jeriken dengan isi 5 liter dijual seharga 500.000 rupiah.

Motivasi Menyuling Moke

Perajin tersebut mengungkapkan kalau dirinya memiliki banyak alasan untuk mulai memutuskan menjadi penyuling moke.

Pertama, dia menjelaskan kalau moke sendiri merupakan minuman tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Itu menjadi alasannya yang pertama dan yang namanya warisan tidak boleh sampai hilang.

Tidak lupa menyerukan bahwa sebagai penerus warisan perlu melestarikan dan menaikkan status minuman tradisional, dan lebih bagus lagi bisa meningkatkan minuman ini dengan harga yang lebih ekonomis. Walau diakuinya bahwa jalan yang dilalui memang susah untuk membuat minuman ini dilegalkan.

Dia mengatakan kalau dirinya sempat mencobanya di tahun 2017, namun pemerintah tidak memberikan regulasi, padahal dibalik ini perajin tersebut berniat untuk melindungi para petani moke di kabupaten Sikka dan dia tidak akan menyerah.

Kedua, seperti yang kita tau kalau Sikka adalah daerah pariwisata yang juga menjadi gerbang wisatawan untuk mendatangi Flores, dimana disana terdapat pelabuhan dan bandara yang memadai.

Pemerintah seharusnya melihat lebih baik lagi, minuman moke bisa menjadi oleh-oleh kgas Maumere. Sama halnya dengan bali yang memiliki arak bali dan itu sudah dilegalkan, semoga Sikka nantinya juga mendapatkan label legal.

Perajin moke juga mengatakan kalau setiap hotel atau cafe yang berada di Maumere sudah menjadikan moke sebagai welcom dring untuk tamu mereka.

Lewat beberapa motivasi tersebut, perajin moke itu membuat industri kecil menengah (IKM) untuk terus melestarikan moke dan diberi nama IKM Lontar sesuai dengan nama bahan minuman ini yaitu pohon lontar.

Dari tempat itulah perajin moke mulai untuk memperbaiki moke mulai dari mutu, kemasan serta aromanya. Moke yang di produksi disana sudah berlabel dan sesuai dengan standar BPOM minuman beralkohol.

Ia sangat berharap kalau Pemerintah Kabupaten Sikka bisa memberikan jaminan untuk produksi, dengan cara menerbitkan regulasi, pembantuan serta mendukung semua pelaku industri menengah, khususnya para penyuling moke.

Bagi kalian yang merasa tertarik dan ingin mencoba seperti apa rasa dari minuman tradisional Sikka ini, kalian bisa datang langsung ke lokasinya yaitu Desa Watu Gong Kecamatan Alok Timur. Jaraknya dengan kota Maumere sekitar 5 kilometer.

error: