Russian Vodka
Vodka

Kenapa Orang Rusia Lebih Menyukai Vodka

Tingkat konsumsi minuman beralkohol di Rusia menurut data statistik menurun secara drastis (Turun 80 persen lebih sedikit 5 – 7 tahun yang lalu). Walau demikian, tidak akan selamanya bahkan tidak pernah sekalipun minuman tersebut hilang dari kesadaran orang-orang.

Menurut kabar yang terdengar, hampir semua orang di Rusia merupakan peminum vodka. Sudah sampai tahun 2019 hampir di Moskow dan kota lainnya penuh dengan bar-bar yang minimalis. Sementara itu para hipster terus membuat dan mencari rasa baru (membuat bir dengan bahan alami kualitas tinggi dan menghasilkan rasa terbaik).

Kenapa Orang Rusia Lebih Menyukai Vodka

Beberapa orang berpikir kalau vodka sudah digantikan dengan minuman yang lebih kekinian, apa benar begitu? Di tahun 2012 Rusia di nobatkan sebagai negara dengan vodka terbanyak, dan pemerintah telah mengatakan kalau penduduk Rusia meminum vodka lima kali lebih sedikit dari enam tahun yang lalu. Walau ada minuman jenis lain, pemerintah mengatakan kalau orang Rusia akan lebih memilih vodka dan inilah alasannya.

  • Faktor Makanan

Vodka biasa disajikan sebelum makanan pembuka atau setelah makanan utama. Vodka sangat cocok jika dikombinasikan dengan makanan apapun, khususnya makanan Rusia.

“Rahasia vodka ada pada cemilan yang tepat dan teman yang baik. Vodka cocok menemani aneka hidangan Rusia: acar jamur, (ikan) dengan kentang rebus, dan aneka salo (lemak babi beku). Karakter ditentukan oleh makanan dan minuman, dan saya merasa bahwa secara tidak sadar saya tertarik dengan masakan Rusia. Yang jelas, Anda tidak akan makan salo dengan cognac, atau makan pelmeni (semacam pangsit Rusia) dengan gin, ” kata Vsevolod dari Moskow.

Tidak hanya orang Rusia, orang dari bangsa lain pun tentu akan mengambil minuman untuk melengkapi hidangan mereka di atas meja.

  • Kualitas dan Kesehatan

Orang Rusia mempercayai kalau vodka lebih sehat dibanding minuman beralkohol lainnya. Beberapa dokter pun percaya akan hal ini.

“Seorang dokter melarang kakek saya minum alkohol setelah dia menjalani operasi jantung. Namun, dia mengatakan kepada kakek saya bahwa jika dia benar-benar ingin minum, dia hanya boleh minum vodka. Saya tidak tahu apakah ada alasan ilmiah di balik ini, tetapi kakek saya mengikuti rekomendasi dokter, ” kata Ksenia dari Moskow.

Orang meminum alkohol dengan memikirkan dampaknya lebih dulu, jika setelah meminumnya kepala tidak sakit berlebihan mengartikan kalau alkohol itu aman. Memang tidak sepenuhnya hal ini benar, tapi banyak orang Rusia yang setuju dengan ini.

“Vodka pada umumnya disuling beberapa kali. Minuman itu tidak mengandung fusel yang menyebabkan keracunan berat. Vodka mahal tidak mengandung gula. Jadi, vodka hanya membuat anda sedikit mabuk, ” kata Dmitri dari Moskow.

  • Uang dan Masa Muda

Karena harganya yang murah dan lebih efektif, kebanyakan orang Rusia di usia tertentu memilih meminum vodka di masa mudanya. Hanya dengan beberapa rubel, anda sudah bisa merasakan efek dari alkohol yang terdapat pada vodka.

“Kini saya lebih suka minum anggur atau sari buah. Namun saat masih muda dulu, saya biasa minum vodka. Minuman yang lebih murah untuk dinikmati bersama teman-teman, bisa diencerkan dengan jus, dan tak butuh waktu lama untuk merasakan efeknya, ” kata Aleksandra dari Sankt Peterburg.

Memang benar dibanding minuman beralkohol lainnya, vodka lebih murah. Harga untuk satu botol setengah liter vodka biasa dihargai dengan 35 rubel (7.500 rupiah). Waktu itu pemerintah sudah memberikan harga minumum untuk vodka standar, yaitu 215 rubel (46.600 rupiah). Dibandingkan merk dan jenis minuman alkohol lainnya yang bisa dihargai sampai kurang lebih 8.000 rubel (setara 1,7 juta rupiah).

Alkohol bagus untuk dikonsumsi dengan takaran yang tepat, alkohol pun digunakan untuk disinfektan luka serta antipiretik yang efektif. Vodka dan minuman lainnya dalam beberapa tahun terakhir semakin tidak diminati.

error: