Absinthe
Artikel

Absinthe, Miras Asal Swiss Yang Menyebabkan Halusinasi

Minuman keras asal Swiss ini dijuluki sebagai ‘peri hijau’, minuman ilegal ini biasanya disajikan dengan cara gerilya yang berlangsung selama dua abad.

Di negara Swiss sendiri terdapat sebuah hutan di pedalaman Val-de-Travers, tepatnya di bagian distrik lembah hijau, menjadi sebuah inspirasi pada dongeng Grimm Bersaudara. Di tempat tersebut pun terdapat banyak bebatuan dengan bentuk yang unik, lumut yang licin serta pohon pinus yang banyak tumbuh dalam hutan tersebut.

Minuman ini disebut dengan Absinthe, yang mana sudah dari dahulu banyak orang menyimpan minuman ini di dalam kotak kayu dan menyembunyikannya di hutan tersebut. Agar semua turis dapat menikmatinya, mereka pun kebanyakan menghidangkan Absinthe secara geratis. Bagian teruniknya ada disini, karena ketika Absinthe dalam botol itu habis, di hari berikutnya botol itu sudah terisi kembali, hal tersebut memunculkan mitos bahwa mahluk gaib telah mengisi kembali botol tersebut dengan Absinthe.

Absinthe Disebut Sebagai ‘Peri Hijau’

Warga sekitar sudah biasa melakukan cara tersebut, dan dalam hukum Swiss minuman tersebut termasuk ilegal sebelum 13 tahun yang lalu. Hal tersebut membuat penyajian dengan cara gerilya adalah cara yang terbaik untuk mempromosikan Absinthe.

Pada akhir abad ke 18, Absinth muncul untuk pertama kalinya di couvet, kota Val-de-Travers. Minuman ini terbuat dari adas manis, sari apsintus serta beberapa tanaman lokal lainnya, ditambah lagi dengan alkohol dengan takaran sampai 70 persen.

Absinthe memiliki efek yang luar biasa, dimana meminumnya secara berlebihan akan membuat orang berhalusinasi dan kasar, katanya hal tersebut terjadi karuna perbuatan roh dari minuman tersebut. Akhirnya otoritas Swiss secara resmi pada tahun 1910 memberikan minuman ini julukan ‘peri hijau’, sementara para pengrajin dari minuman ini terus bergerak dengan menjual minuman ini secara diam-diam di dalam hutan.

Setelah itu pada tahun 2005 minuman ini sudah tidak lagi ilegal, karena larangannya sudah di cabut. Hal tersebut membuat banyak orang tidak lagi harus diam-diam untuk menjual atau membicarakan minuman ini. Namun cara menghidangkan secara gerilya sudah menjadi sebuah tradisi, dan para penyuling minuman ini sulit untuk memberikan tanggapan.

error: